Book Review
Judul : Matn Al-Jurrumiyah
Penulis : Abu Abdullah Muhammad bin Muhammad bin Ajurrum as-Shanhaji
Penerbit : Maktabah Al-Alawiyah , Semarang , tt.
Cetakan : -
Tebal : 27 halaman
Harga : 3.500,-
Kitab Kuning, dalam agama Islam khususnya di tanah Jawa, biasanya merujuk kepada sebuah kitab tradisional yang berisi pelajaran-pelajaran agama Islam (dirasah al-islamiyah), mulai dari fiqh, aqidah, akhlaq/tasawuf, tata Bahasa Arab (ilmu nahwu dan ilmu sharf), hadits, tafsir, ulum al-qur'an, hingga pada ilmu sosial dan kemasyarakatan (muamalah). Kitab Kuning disebut juga dengan ‘Kitab Gundul ’ karena memang tidak memiliki harakat (fathah, kasrah, dhammah, sukun), tidak seperti kitab al-Qur’an pada umumnya. Selain itu, dinamakan Kitab Kuning dikarenakan lembaran-lembaran yang ada di dalamnya berwarna kuning, oleh kalangan pesantren Kitab Kuning disebut juga kutub al-shakhra’ (kitab-kitab yang berwarna kuning). Untuk bisa membaca Kitab Kuning berikut arti harfiah kalimat per kalimat agar bisa dipahami secara menyeluruh, dibutuhkan waktu lama.
Salah satu dari sekian banyak Kitab Kuning adalah kitab tata Bahasa Arab (al-naḥwu al-arabi atau qawaid al-lughah al-arabiyah) atau dikenal juga dengan istilah nahwu. Seperti pada umumnya, apabila seseorang ingin mempelajari bahasa orang lain (dalam hal ini Bahasa Arab) maka nahwu salah satunya yang harus dipelajari. Ketika seseorang mempelajari bahasa asing dan tidak mempelajari tata bahasanya maka dipastikan orang itu akan banyak mengalami kesulitan dalam belajar, sebab setiap bahasa di dunia memiliki karakteristik dan keitimewaan tersendiri yang tidak dimiliki bahasa lainnya.
Dari sekian banyak kitab nahwu yang ada, Jurrumiyah karya Ibnu Ajurrum adalah salah satunya. Kitab ini biasanya dipelajari oleh para pengkaji Bahasa Arab utamanya santri,santri diidentifikasi sebagai orang yang tinggal di pondok pesantren dan mempelajari ilmu-ilmu agama; al-Qur’an, hadis dan karya-karya ulama terdahulu dalam berbagai macam bidang studi agama.
Tulisan ini akan memaparkan tentang seluk beluk kitab Jurrumiyah karya Ibnu Ajurrum . Pemilihan kitab ini sebagai bahan tulisan dikarenakan banyak para pengkaji Bahasa Arab (utamanya kalangan pesantren; santri) mempelajari kitab ini sebagai buku pertama yang harus dipelajari sebelum mempelajari buku bahasa lain yang tingkatannya lebih tinggi. Sebenarnya ada apa dengan kitab Jurrumiyah karya Ibnu Ajurrum ini, sehingga banyak santri pemula yang mempelajari Bahasa Arab direkomendasikan untuk mempelajari kitab ini?
Ibnu Ajurrum dan karyanya; Jurrumiyah
Selain dikenal sebagai seorang ahli tata Bahasa Arab, Ibnu Ajurrum juga dikenal sebagai seorang ahli dalam berbagai bidang, yaitu ilmu faraidh, ilmu hisab, ilmu sastra Bahasa Arab dan ilmu qiraat. Dalam bidang qiraat, beliau pun melahirkan beberapa karya. Dalam tata bahasa Arab sendiri, beliau dianggap mengikuti aliran Kufah.
Meski kitab Jurrumiyah begitu terkenal di kalangan pesantren, tapi si pengarang kitab itu sendiri tidak begitu dikenal di kalangan pesantren. Hal itu karena dalam prakteknya di pesantren, santri sering kali hanya disodori tentang pelajaran yang terkandung dalam kitab yang sedang dipelajari. Santri jarang diperkenalkan oleh sang kyai atau ustazd dengan si pengarang kitab yang sedang mereka pelajari. Hal itu wajar juga karena sang kyai atau sang ustazd sendiri belum tentu mengenal betul siapa si pengarang kitabnya. Pernah diceritakan tentang kisah seputar kitab Jurrumiyah, konon ketika kitab Jurrumiyah selesai ditulis, penulisnya (Ibnu Ajurrum) melepas di pinggiran sungai dengan meletakkannya berlawanan arus, untuk mencoba bahwa apa yang ditulisnya benar-benar memiliki kesaktian, dan konon kitab Jurrumiyahberjalan menyusuri sungai dengan berlawanan arus.
Sesuai namanya, Jurrumiyah memang kitab muqaddimah (pengantar) tentang ilmunahwu yang ditulis oleh Ibnu Ajurrum saat berada di Mekkah . Isinya sangat simpel dan mendasar. Karena itulah, kitab ini pun perlu diberi penjelasan yang lebih mendalam saat seorang santri hendak mempelajari ilmu nahwu lebih lanjut. Dengan alasan itulah, kitab ini akhirnya banyak diberi penjelasan oleh banyak ulama, hingga mencapai tiga puluh buku penjelasan kemungkinan bisa lebih. Penjelasan-penjelasan tersebut kelak dijadikan satu kitab denganJurrumiyah. Dalam kepustakaan Bahasa Arab, kitab-kitab yang berisi penjelasan terhadap sebuah kitab yang lain disebut dengan istilah kitab syarah. Selain syarah, kitab-kitab yang menjelaskan kitab syarah dinamakan khasyiyah, jadi khasyiyah lebih panjang lebar penjelasannya dibandingkan dengan kitab syarah.
Selain diberi penjelasan atau ulasan, kitab Jurrumiyah juga diringkas oleh ulama-ulama lain menjadi untaian bait (nazham). Tidak kurang dari empat kitab yang memuat untaian bait yang bersumber dari kitab jurrumiyah ini. Kitab untaian bait yang paling terkenal adalah yang dikarang oleh Muhammad bin Abi al-Ghalawi atau yang dikenal dengan nama Ubaid Rabbih .
Kandungan kitab Jurrumiyah
Adapun susunan isi dan pembagian bab ilmu nahwu yang ada dalam kitab Jurrumiyahsebagai berikut:
11. Muqaddimah
22. Aqsam Al-Kalam
33. Bab Al-I’rab
44. Bab Ma’rifati ‘Alamati Al -I’rab
55. Fashl Fi Aqsam Al-Mu’rabat
66. Bab Al-Af’al
77. Bab Marfu’at Al-Asma’
88. Bab Al-Fa’il
99. Bab Al-Maf’ul Alladzi Lam Yusam Fa’iluhu
110. Bab Al-Mubtada’ Wa Al-Khabar
111. Bab Al-Awamil Al-Dakhilah’ala Al-Mubtada’ Wa Al-Khabar
112. Bab Al-Na’th
113. Bab -Al -‘Athf
114. Bab Al-Taukid
115. Bab Al-Badal
116. Bab Mansubat Al -Asma’
117. Bab Al-Maf’ul Bih
118. Bab Al-Masdar
119. Bab Al-Dharf Al-Makan Wa Dharf Al-Zaman
220. Bab Al-Khal
221. Bab Al-Tamyiz
222. Bab Al-Istitsna’
223. Bab La
224. Bab Al-Munada
225. Bab Al-Maf’ul Li Ajlih
226. Bab Al-Maf’ul Ma’ah
227. Bab Makhfudhat Al -Asma’
228. Fahras Al-Maudhu’at
Demikianlah gambaran kitab kuning Jurrumiyah dan pengarangnya Ibnu Ajurrum , bagi para pemula pengkaji Bahasa Arab perlu mempelajari kitab ini karena isinya yang begitu padat dan jelas. Meskipun demikian, bagi para pemula yang belum bisa sama sekali tentang Bahasa Arab dan ingin mempelajari kitab ini perlu pembimbing untuk mengarahkan pemahaman. Untuk para pelajar intermediate, ketika membaca kitab ini mungkin sangat mudah karena sudah memiliki dasar membaca dan memiliki mufradat (kosa kata) yang cukup. Wallahu a’lam.
[1] Mahasiswa IBA (Ilmu Bahasa Arab), Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, angkatan 2011/2012.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
sholawat sampai akhir hayat, sholawat dapat syafa'at