Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ لَمْ يَرِثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرِثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu agama[2], maka Allah akan tunjukkan ia jalan menuju surga. Sesungguhnya malaikat benar-benar meletakkan sayapnya sebagai tanda ridho kepada penuntut ilmu agama. Sesungguhnya penghuni langit (malaikat –ed.) dan bumi benar-benar akan memohonkan ampunan kepada orang yang memiliki ilmu agama, bahkan hingga ikan yang berada di air. Keutamaan orang yang memiliki ilmu agama (dan mengamalkannya -ed) dibandingan ahli ibadah (yang ilmu agamanya sedikit[3]) sebagaimana keutamaan bulan atas semua bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para Nabi. Para Nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham, hanyalah yang diwariskan mereka adalah ilmu agama. Barang siapa yang mengambilnya maka sungguhnya ia telah mengambil bagian yang banyak”[4].
Jika hati ini masih hidup insya Allah akan tergerak untuk kembali meluangkan waktu (bukan mencari waktu luang) untuk bersimpuh duduk di majelis ilmu, taman surga yang Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam sebutkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
sholawat sampai akhir hayat, sholawat dapat syafa'at